my long long story not so long time agooo
January 1, 2009 by aivie-ffha
Akhirnya lulus juga. Tanpa selendang norak noring nong dan predikat lulus terbaik fakultas yang aku impikan. Cukup dengan lulusan termuda dan penghargaan bidang pengembangan pers mahasiswa tingkat fakultas dan dibacakan namanya tanpa predikat di seantero ge es pe selama 10 detik, salaman tersenyum, jepret, tampak samping, pipi semua. Dberi ucapan “selamat ya” oleh dekan psikologi anyar yang ganteng. Ho5. Berfoto bersama orang tua di mimbar ge es pe.
Bertemu teman dapat bunga. Ke fakultas, bertemu kekasih yang menyamar jadi tukang bunga diantara segerombolan kawan. Well, bagian dari scenario yang telah dirancang untuk mengaburkan status kami. It’s complicated relationship. My G-day without PW. Hemmm.
What can I say?
Berfoto, dipanggil namanya, berdiri, maju, salaman, tersenyum, berfoto, berfoto, dan berfoto. Hujan. Ke wisma kagama. Berfoto di Fresco. Mengantri. Ke rumah bude. Ada seremonial perayaan. Doa dan harapan dipanjatkan. Pertanyaan terus menerus diajukan.
“apa rencanamu selanjutnya?”Thats my G-day ends. I am bachelorette. So?
Jadi, begitulah hari wisuda gue berjalan dan berakhir. Ga seru-seru amat. Tapi hari persiapannya lebih seru. Terutama karena diriku diambang ragu, diayun bimbang. Jauh dari lubuk hati terdalam aku ingin menafikkan seremonial yang norak noring nong dan ribet. Terutama karena habis wisuda adalah masa uncertainty bagiq.
Jobless. Seeking for a job. Makes me got nausea. Ego gue yang segede gaban tertohok bow… bicara soal rencana jelas gue punya rencana dan mimpi. aku ga mau mencoba-coba bidang yang tidak aku inginkan. Working as a part of my life. Bekerja dengan penuh cinta. Halah-halah-halah.
So, aku mau dapat kerja yang really-really I want. Being social worker. No corporation. Stubborn mode on. Komprominya, pun bekerja di korporasi ambil bagian CSR nya. Kalo bekerja untuk pemerintah ambil BUMN. Bukan PNS. Kerja di KPK. Atau media. Do the right things as my obsession. That the life lesson learn point that I get till now. I think I could be happy by doing that. Happiness. Ultimate being.
Jadi persiapan G-daynya agaknya menjadi hari-hari yang aneh. Antara menganggap penting sekaligus masa bodoh. Antara sukacita dan kecewa karena ga eksis (ga cumlaude gituloh!!!!!) jadi gimana ya… sebenarnya orang tua yang baik hati tidak memaksakan apapun selain kewajaran pada hari H. tidak berbuat yang macam-macam. Tapi emosi jiwa menuntut.
So, this is what I do. Pulang ke semarang, ibu menawarkan paket belanja persiapan wisuda. Setelah sempat berdebat karena pingin pake kaos oblong di hari wisuda, akhirnya aku mengalah, berganti tema; GOTHIC sebagai wujud berkabung atas wafatnya status kemahaiswaan sekaligus kegagalan cum laude (0,01 lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!!!!!). setelah proses eyel-eyelan, meluncurlah pasangan ibu dan anak ke tempat belanja favorrit ibu kota jawa tengah.
Singkat cerita setelah sempat berdebat lagi karena harga kebaya yang mahal dan pengen yang sederhana-sederhana aja, pake kemeja hitam misalnya, akhirnya aku tidak dapat menolak begitu berjumpa dengan kebaya hitam berukuran S yang ngepas sekali di badanku ( I am sexy!), dengan fayet yang ga terlaku glamerolus… berlengan panjang dan ada tutupan lehernya (well, its so me!!!!). itu setelah seharian berkeliling dari toko ke toko… pulang menjelang maghrib. Ibu mendesak pake high heels. Karena tadi ga jadi beli high heels, dia suruh aku pake high heelsnya. Well, alas kaki bagi gue itu yang penting kenyamanan. Dan high heels itu siksaan.akhirnya aku berhasil merayu membeli sepatu triset ijo pupus ceper dan sandal hitam bucheri ceper yang sangat simple. Well, karena kebahagiaan itu akhirnya aku mengiyakan hari wisuda dengan high heels.
Terus, ayahpun berpesan; “bapak ga mau kejadian kaya di bandara terulang lagi, jadi, dia boleh datang tidak sebagai orang khusus”. Well, itu berarti tanpa pendamping wisuda. Sebenarnya kita ngebayangin si blup bakalan jadi kameraman iseng yang mengabadikan hari wisuda gue mulai dari gue dandan sampai wisuda selesai. Interact like family. Hmmmph.
Only dream. T.T.
baiklah, demi stabilitas situasi dan keamanan hubungan kami, ego dan keinginan yang terpendam untuk sementara dipadamkan. Yah, kan bisa foto duluan berdua pake toga di studio. Ha minus tujuh aku habiskan bersama trio kwek2; kakiyam dan dita. Aku dan kaki yam melakukan hal-hal kewaiban calon wisudawan bersama dan melibatkan dita untuk mendorongnya segera menyelsaikan skripshitnya. Like a peer group support tapi lebih banyak seneng2nya, yang nonton pilemlah, nonton pameran kemana-kemana, jalan-jalan kemana-kemana, dan kara-o-ke.
Have fun everyday.
Aku sudah merencanakan kegotikan sebagai tema wisudaku kali ini. Maka untuk membuatnya menjadi lebih independence day dan heroic, aku menolak ke salon, dan menyanggul rambut. Untuk melancarkan misi itu, googling pun dilakukan antara lain dengan kata kunci “langkah-langkah rias wajah” dan “menata rambut ikal”. Untuk meyakinkan aku konsultasi juga dengan ibu we di kota ye. Sarannya cukup membantu dan membuatku tenang. Lantas di kosan aku pun berkonsutasi dengan T-Rex, dan dia mengajariku berdandan;
1.Bersihkan wajah
2.Oleskan pelembab secara merata pada seluruh permukaan wajah dan leher
3.Tepuk-tepuk sebentar, diamkan hingga mengering
4.Gunakan eyeliner dengan seksama, kurangi kedipan mata ketika menggunakan eyeliner.Kalau anda tahan kedip, mengunakan mascara sangat dianjurkan untuk membuat bulu mata makin menyala laiknya mata kucing. Tapi jika anda orang yang sangat spontan berkedip, sebaiknya mempertimbangkan lagi ide ini jika tidak ingin punya tato sinar matahari di bawah mata
5. Taburi eye shadow secukupnya untuk mendapatkan kesan smoked eye gunakanlah warna-warna gelap. Tambahkan smoke cigarette jika perlu.
6.Bedak-an yang rata dengan bedak wajah, bukan bedak tabur apalagi bedak gatal
7.Gunakan lipstick sesuai seleramu.
Dalam waktu singkat aku pun menjelma jadi burung hantu jadi-jadian. Tapi karena T Rex bilang aku cantik maka jadilah aku burung hantu jadi-jadian yang cantik, lebih cantik dari siluman ular putih.
Setelah menguasai ilmu merias wajah. Aku pun harus mencari akal agar keliatan gotik tanpa harus pake lipstick item. Pasti ga boleh sama ibu. Nail coloring jadi pilihan. Bersama ditung dan motor merahnya di malam minggu kitapun meluncur ke toko-toko muslimah terdekat; membeli pacar hitam. Sayangnya, setelah berkeliling di beberapa toko, si pacar hitam yang dmaksud lagi habis. Yah mungkin pamor yang item2 lagi naik. Thanks to OBAMA. Kitapun membeli henna hitam untuk rajah tangan. Tak sabar ingin segera sampai ke kosan untuk merajah kuku. Dan ditung dengan sabarnya merajah kuku-kukuku. Meskipun tiap 1 menit aku minta ditambah hennanya gara-gara kebanyakan tingkah dan henanya jdi belepotan kemana-mana. Kamar T Rex pun menjadi saksi bisu perajahan kukuku dan tangan dieta yang berakhir tragis.
Semalaman aku menunggu henna di kuku tangan dan kakiku mongering. Tidur kayak zombie. Dan terbangun dengan penuh harapan hennanya udah kering dan hasilnya bagus.
Ternyata hasilnya lebih parah daripada kuku yang diwarnain pake spidol. T.T. dalam kebimbangan minggu pagi yang cerah, akupun segera berlari ke toko muslimah terdekat. Dipandangi dengan tatapan aneh, membeli 2 botol pacar hitam local. Hrangnya Cuma 3 ribu buat 2 botol. Ke tempat ibu we untuk mendapatkan pertolongan darurat untuk si kuku. Setelah insiden memuka botol tutup pacar …(tutp botolnya disegel seng tipis yang susah dibuka).
Ibu we pun mencoba menyelaatkan kukuku. Aku hampir percaya bahwa pacar hitam ini tidak lain tidak bukan adalah cat air item. Emang si cepet kering, tapi setelah diliat hasilnya; bener2 kaya kuku yang diwarnain ga niat pake cat air… huh u hu… akhirnya kita beli nail polish, alias kuteks di mal terdekat.. usaha penyelamatan rupa kuku akhirnya dimulai lagi; dengan hasil yang tidak cukup memuaskan. Meskipun usaha ibu we benar-benar uah maksimal.
Menggerutu di kosan, dikunjungi kaki yam dan dieta. Kak iyam membuatku ingin mengamputasi kuku gara-gara bilang kukuku kayak ketumpahan semen… heu heu…usaha penyelamatan kuku untuk sementara gagal dilakukan.
Esoknya mengikui acara gelada-geladi dige es pe, yang memberikan materi tu si bapak republic mimpi yang jadi penasehat presiden. Duh, aku lupa sapa namanya, alumnus fisipol, dia bikin esai yang bagus utamanya soal nasionalisme dan ideology, tapi dia tiak menjawab pertanyaan besarnya; so, whats gonna do next? Hemm, begitulah. Part yang palingseru dari gelada gelada ini adalah bagian nyanyi2nya. He2. Ditelpun fakultas, pembekalan fakultas. Yang ngasi adalah mba2cantik. Lupa jug ague namanya. Yah pokonya dia sempat kerja di UNICEF dan ASTRA (teteup).
Senangnya adalah dia kasi bagian social worker juga. Jadi membuatku optimis. Pulang dari acara itu menyiapkan penginapan buat ayah-bunda. Nunggu degan cemas, abisnya ga dateng2. Selama menunggu, untung si ditung sayang dating menemani, kamipun seoakat pergi membeli peralatan menjadi burung hantu jadi-jadian (hairspray) dan alat penyelamat kuku (aseton). Dalam wkatu sekejap, dia menyelamatkan tampilan kukuku. He2. Okay. Beres sudah masalah kuku yang jadi masalah sekarang adalah rambut. Mo gue apain ni rambut.
Malemnya jalan2 sama bapak ke b21. Ngeliat markas gue itu, bapak Cuma bisa bilang; “jorok”. Itu aja bapak ga masuk kamar mandinya. Kalo bapak masuk beliau pasti gak bakal ngizinin aku berkecimpung di rumah tersebut. He2. Hari berikutnya adalah keganjilan. Setelah berdandan dan sempat setress gara-gara rambutku ga tau mau diapain. Akhirnya aku putuskan untuk memilin biasa aja dan mengurai rambut gue tersebut. Berdebat subuh-subuh sama ibu.
Wah, payah abis, bundaku tersebut tidak dapat diandalkan dalam hal rias merias. Untungnya basically gue dah cantik ya… jadinya separah apapun dandanan gue, tetep manis gitu deh…ho5… Cuma lipstick gue yang kurang pas sama topi toga yang melengse2 terus… huffh…
Secara gue on time, sebelum jam 6 gue dah berangkat menuju gee s pe. By foot tentunya, secara nginepnya di wisma kagama. Waktu itu gue make high heels ya… teus di tengah jalan… si abang tukang becak menawarkan jasa mengantarkan sampai gee s pe… dengan pedenya menolak… dan 5 langkah dari tukang becak tersebut, sandal high heels ibu itu copot… benar2 ampuh ajian si tukang becak ini, pulang ke wisma kagama dengan nyeker ria, disorakin sama si abang tukang becak… duh malunya… akhirnya gue dengan sukses menggunakan sandal ceper bucheri item dalam prosesi wisuda gue… hampir aja pake sandal jepit. Asik juga kali ya, pake sandal jepit. Wakakkakak.
yah… demikianlah hari wisuda gue berakhir dengan doa-doa; semoga gue cepet dapet kerja11 hari dari wisuda gue, doaku terkabul.
Pagi yang indah. Telepon berdering. Gue masih bobo manis dalam kamar yang berantakan. Setengah sadar gue baca id tertera di atas hape gue yang waktu itu masih bener (sekarang LCDnya sering mati2 sendiri), ‘cln kntr’ demikian dengan pedenya aku menamakan nomor telepon yang masuk itu. Aku angkat.
Dan betapa terkejutnya diriku aku diminta kesana sekarang juga. Segeralah aku meluncur ke concat. Dunia seolah membantuku ketika itu. Tiba2 datang si Galih, ketemu di jalan, dan dia bersedia mengantarku ke ASB… sampailah aku disana dan ditawarilah aku kontrak kerja. Senangnya!!!!! Padahal aku dah dapat notification via mail kalau aku ga lolos interview. Ternyata yang di atasku mengundurkan diri. Si mbak yaya itu.
Jadi aku bisa dapat kerjaan itu. Hmmm.. so kontrak itu per desember gue jalankan dengan offering perpanjangan per januari. Consultant of project officer. Kalau diperpanjang gue bakal jadi project officer buat Arbeitrer Samaritan Bund (ASB) itu.
Pekerjaannya cukup menyenangkan, tiap hari jalan-jalan pake mobil ke mana-mana. He2. Survey and give training. Disaster risk reduction. I learn many things esp sign language karena ranah kerjanya di sekolah inklusi sama SLB. HMMMPPPPh.
Ada banyak hal yang membuatku menghela napas; termasuk guru-guru yang mengabaikan murid dan Cuma mau dapat sertifikasi aja. Tentang penanganan siswa di SLB-SLB desa. Tentang anak-anak berkebutuhan khusus. Membayangkan menjadi mereka buatku merinding. Damn! Betapa sering gue ngeluh, background psikologi gue ga bisa membantu apapun karena gue dulu jarang belajar tentang itu. Mungkin ke depannya aku perlu banyak membaca tentang ke’istimewa’an mereka tersebut. Dan lebih banyak bersyukur tentunya.
FIGHT!!!!!Tentang kekasih…Aku gak mengerti kenapa sih harus ada perang, harus ada perang kepentingan, harus ada sp*****, harus ada aktivis yang dibunuh, harus ada Negara yang resek ingin memanfaatkan Negara lain untuk kepentingannya aja, harus ada manipulasi, kenapa harus ada i*******, kenapa harus ada b**** i******** dan kenapa dia pingin banget jadi ***** N****?Well, kenapa harus dia…?
wah wah wah
cerita yang mengharu biru…….
akan lebih menegangkan jika ada adegan2 mistisnya.
anyway selamat mendapat gelar sarjana.
“happy selected few”
aku ikut merasa bangga kamu memilih jalur karier yang tidak egois, bekerja untuk pengembangan masyarakat.
Agak tertohok juga, di bagian yang nggak mau jadi PNS…..
tapi tak apa lebih baik menjadi pekerja negara (baca PNS) daripada bekerja pada perusahaan sapi perahan negara (baca BUMN) hehehehe.
Selamat bekerja di ASB, semoga bisa cepat2 kuliah di luar negeri.
whoh…. panjang banget sih
belum baca semuanya gue…. gue cuman baca bagian ‘norak noring nong’……. kyahahaha…. gue bangga banget frase itu diindahkan,… ^_^
lo pasti ga baca blog gue kan… huh!!
hmmm…
pertama, met wisuda… huff, sarjana jg…hehe..
(smoga saya jg menjadi…)
sebegitu ribet dan mengharu biru kah?
huhuhu, tp asik bgt yahh, lsng ktrima krja jg..
ada yg blg, langkah besar dimulai dari langkah2 kecil, stapak demi stapak…
met menjalani bagian baru dari hidup (baca:bekerja)
skali lg, slamat atas kelulusannya, smoga tercapai smua harapan dan keinginan itu… ”,
ps: kmaren aq maen ke jogja (bwt penelitian sih bnrnya) dan aq lsng jatuh cinta.. kotanya tenang bgt, ga crowded ky dsini…
tell me if i’m wrong, tp aq kesan yg ada ktika itu, kotanya tenang bgt, atmosfer yg sudah lama kukenal.. ga dikejar2 dan diburu spt dsini… hehe..
smoga tida menjadi kunjungan trakhir…
Ketika bokapmu ke B21, aku sedang nyuci piring. Barangkali dia berpikir, “Ternyata ada officeboy-nya tho.” Jangan bilang2 kalau aku satu almamater dgn bokapmu, ya…
hmmm…
lulus?
lulus?
lulus?
prestasi persma?
bagaimana dengan teman lain yg belum lulus lantaran mengerjakan tugasmu?
hmm..
lulus?
lulus?
lulus?
lulus?
just run away and say i’ve done, fuck the other…..
hahahahhaha…
just kidding kq….
selamat ya….
3 miliar manusia menunggu perubahan dari langkah kecil seorang sarjana